BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Semua negara di dunia telah bersiap-siap menghadapi sebuah
era yang membuat perbatasan negara tidak lagi mempunyai arti penting,
terbukanya pasar dalam negeri bagi produk-produk asing dan serbuan budaya dari
negara-negara pengekspor produk-produk itu. Menurut Anthony Giddens, Tidak
semua negara memang siap menghadapi era ini, entah baik atau buruk, kita
didorong untuk masuk kedalam pusaran pemasaran internasional, sehingga
dampaknya dapat dirasakan oleh kita semua. Oleh karena itu, negara-negara yang
ada ini didorong untuk berkompetisi dalam pasar bebas.
Dalam pemasaran internasional, promosi merupakan salah satu
aspek penting guna terciptanya konsumen yang setia membeli produk yang kita
hasilkan. Oleh karena itu, didalam makalah ini akan dibahas mengenai
keterkaitan serta pengaruh produk, harga, dan distribusi terhadap promosi
internasional.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apakah
yang dimaksud dengan pemasaran internasional?
2. Apakah
yang terkandung dalam program pemasaran internasional
3. Bagaimana
pengaruh promosi internasional terhadap produk, harga, dan distribusi?
1.3 Tujuan
1. Mengetahui
definisi pemasaran internasional.
2. Mengetahui
program-program pemasaran internasional.
3. Mengetahui
pengaruh promosi internasional terhadap produk, harga, dan distribusi.
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Pemasaran Internasional
Pemasaran internasional adalah kinerja
dari aktivitas-aktivitas bisnis yang dirancang untuk merencanakan, menentukan
harga, mempromosikan, dan mengarahkan barang dan jasa perusahaan kepada
pelanggan atau pengguna dilebih dari satu Negara untuk mendapatkan keuntungan.
Satu-satunya perbedaan antara definisi pemasaran domestic dan pemasaran
internasional adalah bahwa dalam dalam kasus pemasaran internasional, aktivitas
pemasaran dilakukan dilebih dari satu Negara. Perbedaan yang tampaknya kecil
ini, “di lebih dari satu Negara” meliputi kompleksitas dan keragaman yang
ditemukan dalam koperasi pemasaran internasional. Konsep konsep pemasaran,
proses-proses, dan prinsip-prinsip dapat diterapkan secara universal, dan tugas
dari pemasar adalah sama dalam melakukan bisnis. Tujuan bisnis adalah untuk
mendapatkan keuntungan dengan mempromosikan, menentukan harga, dan
mendistribusikan produk di pasar manapun.
Tugas Pemasar
Internasional
Tugas pemasar internasional lebih rumit
dibandingkan dengan pemasar domestic karena pemasar internasional harus
berurusan dengan sedikitnya dua tingkat ketidakpastian yang diluar kendali,
bukan hanya satu. Ketidakpastian tercipta oleh elemen-elemen semua lingkungan
bisnis yang tak terkendali,tetapi masing-masing Negara asing, dimana sebuah
perusahaan melakukan operasi, menambahkan serangkaian factor unik yang
tidakdapat dikendalikan.
Strategi Memasuki Pasar
Internasional
Untuk mengembangkan
strategi memasuki pasar internasional (go intemational), perlu dilakukan
langkah-langkah:
2.2
Program Pemasaran Internasional
Program pemasaran
Internasional yang meliputi produk, promosi, harga dan distribusi Internasional
Produk
Internasional :
Faktor – faktor penentu tingkat adaptasi produk
internasional:
1.
Karakteristik wilayah
local, Negara atau regional
v Peraturan Pemerintah
v Hambatan nontariff
v Karakter konsumen (harapan dan preferensi)
v Pola pembelian
v Kultur
v Potensi ekonomi pemakai
v Tahap pertumbuhan ekonomi
v Persaingan
v Iklim dan geografi
2.
Karakteristik produk:
v Konstitusi produk, merk, dan pembungkusan
v Penampilan fisik
v Fungsi dan atribut
v Keawetan dan kualitas
v Pemasangan
v Pemeliharaan dan pelayanan
v Negara asal
3.
Konsiderasi produk:
v Kemampulabaan
v Peluang pasar
v Biaya adaptasi
v Kebijakan dan konsistensi
v Organisasi dan sumberdaya
Promosi
Internasional:
Strategi kombinasi antara produk dan promosi Internasional:
1.
Perluasan langsung
2.
Adaptasi komunikasi
3.
Adaptasi produk
4.
Adaptasi majemuk
5.
Invensi produk
Harga
Internasional:
Faktor yang mempengaruhi penentuan harga Internasional:
1. Pengaruh pemerintah
2. Perbedaan nilai mata uang asing
3. Tambahan biaya yang todak dapat dihindari (pajak, asuransi,
dsb)
4. Kategori sistim harga Internasional
v Harga ekspor
Harga
ekspor dapat berorientasikan atas biaya (harga standar dunia dan harga majemuk)
maupun permintaan (harga perbedean pasar).
v Harga pasar –
asing
Harga
di pasar Internasional individual dipengaruhi oleh: tujuan perusahaan, biaya,
perilaku pelanggan kondisi pasar, struktur pasar, serta hambatan lingkungan.
v Harga transfer
Adalah harga yang
ditetapkan antar cabang milik perusahaan. kemungkinan harga transfer adalah:
transfer pada biaya langsung, transfer pada biaya langsung dan tambahan
pengeluaran lain, transfer pada harga pasar-tujuan, dan transfer pada arm’s
length price (harga dimana pihak lain mampu melakukan transaksi yang sama).
Distribusi
Internasional:
Bentuk sistim distribusi adalah langsung dan tidak langsung,
yang masing – masing sistim dilayani oleh perantara agen maupun pedagang.
v Distribusi
langsung
Berhubungan
dengan perusahaan asing melalui: perantara agen (sales, purchasing agent, dll),
atau perantara pedagang (export distributor, export jobber, trading company,
dll)
v Distribusi tidak
langsung
Berhubungan dengan
perusahaan asing lain, melalui: perantara agen (export management company,
manufacturer’s export agent, trading company, dll), atau perantara pedagang
(export merchant, cooperative exporting, export vendor)
2.3 Pengaruh Promosi Internasional Terhadap Produk, Harga,
dan Distribusi
Produk
Pada dasarnya produk adalah sesuatu yang
ditawarkan oleh produsen pada konsumen untuk memenuhi kebutuhan dan
keinginannya (need and wants). Produk bisa berbentuk barang (sesuatu
yang berujud atau tangible), yaitu sesuatu yang berbentuk fisik yang
dihasilkan dari proses produksi pada suatu organisasi atau perusahaan.
Disamping itu, produk juga bisa berupa jasa (sitanya non-fisik atau intangible).
Perlu ditekankan juga bahwa konsumen tidak hanya membeli produk sekedar
memuaskan kebutuhan (need), akan tetapi juga bertujuan memuaskan keinginan
(wants). Sebagai contoh orang yang membeli mobil, dengan model, warna, merek,
dan harga tertentu diharapkan dapat mengangkat prestisenya. Tjiptono (2007:
103), menyatakan bahwa atribut produk adalah unsur-unsur produk yang dipandang
penting oleh konsumen dan dijadikan dasar pengambilan keputusan pembelian.
Atribut produk meliputi merek, kemasan, jaminan (garansi), pelayanan, dan
sebagainya. Sedangkan Kotler dan Armstrong (2004: 347), menyatakan bahwa
atribut produk adalah pengembangan suatu produk atau jasa melibatkan penentuan
manfaat yang akan diberikan. Pengertian tersebut menunjukan bahwa suatu
produk memiliki atribut atau dimensi berikut : merek produk, kemasan produk,
label produk dan kualitas produk. Keempat atribut atau dimensi produk tersebut
memberi pengaruh besar terhadap reaksi pengambilan keputusan bagi pelanggan.
Buchari Alma (2007:147), menyatakan
bahwa merek ialah suatu tanda atau simbol yang memberikan identitas suatu
barang / jasa tertentu yang dapat berupa kata-kata, gambar atau kombinasi
keduanya. Dengan adanya merek, maka memungkinkan konsumen untuk mengatur dengan
lebih baik pengalaman tempat belanja mereka, membantu mereka mencari dan
menemukan keterangan produk. Informasi tentang produk dan merek dapat diperoleh
melalui berbagai sumber, bisa diperoleh melalui pemasangan iklan, pemberitaan,
penjualan, maupun sumber informasi lainnya. Fandi Tjiptono (2008: 106),
menyatakan bahwa pengemasan
(packaging) merupakan
proses yang berkaitan dengan perancangan dan pembuatan wadah (container)
atau pembungkus (wrapper) untuk suatu produk. Djaslim Saladin (2010 :
148) menyatakan bahwa kemasan adalah segala kegiatan merancang dan memproduksi
wadah atau bungkus suatu produk. Wadah atau bungkus tersebut terdiri dari tiga
tingkat bahan yaitu : kemasan dasar, kemasan tambahan dan kemasan pengirim.
Demikian juga dengan .
Disamping itu, pemasar internasional
menghadapi tantangan dalam menghadapi jauhnya jarak yang ditempuh agar produk sampai
ditangan konsumen. Sehingga, para pemasar internasional harus paham mengenai
cara pengemasan produk agar produk tetap dalam keadaan baik pada saat sampai
ditangan konsumen.
Harga
Harga merupakan unsur yang berbeda
dengan unsur lainnya dalam bauran pemasaran. Bila unsur yang lain dalam
pemasaran (yaitu produk, tempat/distribusi, dan promosi) sifatnya adalah
pengeluaran, maka harga merupakan unsur yang memiliki sifat menghasilkan atau
mendapatkan pemasukan. Buchari Alma (2007: 169) menyatakan bahwa harga adalah
nilai suatu barang yang dinyatakan dengan uang. Philip Kotler (2005: 24),
menyatakan bahwa harga dalam arti sempit merupakan jumlah uang yang ditagihkan
untuk suatu produk atau jasa, sedangkan dalam arti luas adalah jumlah dari
nilai yang dipertukarkan konsumen untuk manfaat memiliki atau menggunakan
produk atau jasa. Menurut definisi diatas, kebijakan mengenai harga sifatnya
hanya sementara, berarti produsen harus mengikuti perkembangan harga di pasar
dan harus mengetahui posisi perusahaan dalam situasi pasar secara keseluruhan.
Penetapan harga akan berpengaruh pada
minat beli dan segmen pasar yang dituju. Misalnya, produk Iphone adalah produk
berharga mahal namun berkualitas dan mempunyai tingkat prestisius yang tinggi,
sehingga meskipun harganya mahal, tetap diminati. Segmen pasar yang dituju oleh
produsen Iphone adalah masyarakat kelas menengah keatas.
Distribusi
Suatu produk (baik itu dalam bentuk
barang atau dalam bentuk jasa) akan laku di pasaran apabila produk tersebut
dapat disalurkan ke berbagai tempat dimana terdapat calon pembeli potensial.
Untuk tujuan yang dimaksud maka digunakanlah distribusi untuk memasarkan produk
tersebut. Kotler dan Armstrong (2008: 63), menyatakan bahwa tempat (distribusi)
adalah kegiatan yang dilakukan perusahaan yang membuat produk tersedia bagi
pelanggan sasaran. Sedangkan Tjiptono (2008: 185), menyatakan bahwa
pendistribusian dapat diartikan sebagai kegiatan pemasaran yang berusaha
memperlancar dan mempermudah penyampaian barang dan jasa dari produsen ke
konsumen, sehingga penggunaanya sesuai dengan yang diperlukan (jenis, jumlah,
harga, tempat, dan saat dibutuhkan).
Dalam pemasaran internasional,
distribusi adalah aspek yang memakan biaya cukup besar karena jarak yang
ditempuh cakupannya cukup luas. Serta resiko kerusakan produk juga tinggi.
Sehingga pelaku pemasar internasional harus pandai mengatur strategi distribusi
yang efisien sehingga menekan biaya yang akan ditimbulkan. Disamping itu,
pemasar harus sering mengkaji serta mengevaluasi segala tindakan yang telah
dilakukan dalam aspek distribusi untuk mencapai sistem distribusi yang paling
sesuai dengan usaha yang dijalankan.
Hand Out
Pemasaran Internasional by Prof. Dr. H. Musthafa, SE., MM.
Cateora,
R Philip & Graham, L. John. (2007)

. International
Marketing. Edisi 13. Jakarta: Salemba Empat


. International
Marketing. Edisi 13. Jakarta: Salemba Empat
Kotler,
P. and Armstrong, Gary. (2008). Principles
of Marketing. 12th Edition. Prentice Hall: New Jersey
Tjiptono,
F. (2008). Strategi Pemasaran.
Edisi Ketiga. Yogyakarta: Andi
No comments:
Post a Comment