Wednesday, March 29, 2017

SKRIPSI itu "GAMPANG" asalkan......

Nah judul diatas pasti bikin baper para pejuang skripsweet, gimana gak baper, jangankan skripsi, baru ajuin judul aja udah ditolak-tolak mulu kaya jones yang ngejar gebetan tapi ga depet" *piss
berhubung gue sudah melalui semua penderitaan itu,gue share deh pengalaman pribadi gimana caranya biar bisa ngerjain skripsi dalam waktu seminimal mungkin dengan hasil maksimal.
#cerita ini ditulis karena gue seringkali mendapat pertanyaan masalah ini dari teman" seperjuangan. misal " eh kok elo cepet banget skripsinya? gimana sih caranya  biar skripsi gue gak dicoret"? dosen gue ngebingungin nih!, gue gak tau harus mulai skripsi dari mana? dan bla bla bla


  1. Usahakan topik yang mau dibahas adalah hal yang kita kuasai, yah minimal suka ama dosennya dulu deh
  2. FOKUS
  3. Rajin ke perpustakaan untuk baca buku, baca referensi skripsi, #Tips jangan cuma perpus yang di kampus sendiri bisa ke perpusda atau perpus kampus sebelah untuk memperkaya pengetahuan kita (sekalian cari gebetan boleh dong sambil menyelam minum air gitu) 
  4. Ajuin judul ke dospem,bawa buku referensi tentang topik yang elo bahas usahakan bukunya tebel biar keliatan kalo elo mahasiswa yang rajin #Trust me it's work 
  5. Jangan diem aja ketika skripsi di lukis a.ka. di corat-coret dospem. elo kudu berani nanya sedetail mungkin kenapa itu di coret. jangan lupa dicatat dan sebelum pamit baca catatan yang kamu tulis untuk memastikan tidak ada miskom antara elo dan dospem bertingkahlah sopan dan sering-sering senyum jangan pasang muka jutek, sedih, surem ato apalah itu
  6. Jangan menunda-nunda untuk menyelesaikan kewajiban. Sempetin minimal sehari 1 jam untuk mereview skripsi kita. Jangan dianggurin bro. Biasanya nih mahasiswa sukanya SKS a.k.a sistem kebut semalam. besok janjian sama dosen, malemnya baru dikerjain (ini gue banget :d)
Nah itu gue tulis berdasarkan pengalaman  pribadi. buat kalian yang lagi berjuang menyelesaikan skripsweet TETEP SEMANGAT yak. intinya skripsi itu gampang asalkan FOKUS dan KONSISTEN dengan apa yang udah elo mulai

#You Will Never Walk Alone

“PENGARUH PROMOSI INTERNASIONAL TERHADAP PENETAPAN PRODUK, HARGA, DAN DISTRIBUSI”

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Semua negara di dunia telah bersiap-siap menghadapi sebuah era yang membuat perbatasan negara tidak lagi mempunyai arti penting, terbukanya pasar dalam negeri bagi produk-produk asing dan serbuan budaya dari negara-negara pengekspor produk-produk itu. Menurut Anthony Giddens, Tidak semua negara memang siap menghadapi era ini, entah baik atau buruk, kita didorong untuk masuk kedalam pusaran pemasaran internasional, sehingga dampaknya dapat dirasakan oleh kita semua. Oleh karena itu, negara-negara yang ada ini didorong untuk berkompetisi dalam pasar bebas.
Dalam pemasaran internasional, promosi merupakan salah satu aspek penting guna terciptanya konsumen yang setia membeli produk yang kita hasilkan. Oleh karena itu, didalam makalah ini akan dibahas mengenai keterkaitan serta pengaruh produk, harga, dan distribusi terhadap promosi internasional.
1.2  Rumusan Masalah
1.      Apakah yang dimaksud dengan pemasaran internasional?
2.      Apakah yang terkandung dalam program pemasaran internasional
3.      Bagaimana pengaruh promosi internasional terhadap produk, harga, dan distribusi?
1.3  Tujuan
1.      Mengetahui definisi pemasaran internasional.
2.      Mengetahui program-program pemasaran internasional.
3.      Mengetahui pengaruh promosi internasional terhadap produk, harga, dan distribusi.



BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Pemasaran Internasional
Pemasaran internasional adalah kinerja dari aktivitas-aktivitas bisnis yang dirancang untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, dan mengarahkan barang dan jasa perusahaan kepada pelanggan atau pengguna dilebih dari satu Negara untuk mendapatkan keuntungan. Satu-satunya perbedaan antara definisi pemasaran domestic dan pemasaran internasional adalah bahwa dalam dalam kasus pemasaran internasional, aktivitas pemasaran dilakukan dilebih dari satu Negara. Perbedaan yang tampaknya kecil ini, “di lebih dari satu Negara” meliputi kompleksitas dan keragaman yang ditemukan dalam koperasi pemasaran internasional. Konsep konsep pemasaran, proses-proses, dan prinsip-prinsip dapat diterapkan secara universal, dan tugas dari pemasar adalah sama dalam melakukan bisnis. Tujuan bisnis adalah untuk mendapatkan keuntungan dengan mempromosikan, menentukan harga, dan mendistribusikan produk di pasar manapun.
Tugas Pemasar Internasional
Tugas pemasar internasional lebih rumit dibandingkan dengan pemasar domestic karena pemasar internasional harus berurusan dengan sedikitnya dua tingkat ketidakpastian yang diluar kendali, bukan hanya satu. Ketidakpastian tercipta oleh elemen-elemen semua lingkungan bisnis yang tak terkendali,tetapi masing-masing Negara asing, dimana sebuah perusahaan melakukan operasi, menambahkan serangkaian factor unik yang tidakdapat dikendalikan.



Strategi Memasuki Pasar Internasional
 Untuk mengembangkan strategi memasuki pasar internasional (go intemational), perlu dilakukan langkah-langkah:

 













2.2 Program Pemasaran Internasional
Program pemasaran Internasional yang meliputi produk, promosi, harga dan distribusi Internasional 
Produk Internasional :
Faktor – faktor penentu tingkat adaptasi produk internasional:
1.         Karakteristik wilayah local, Negara atau regional
v  Peraturan Pemerintah
v  Hambatan nontariff
v  Karakter konsumen (harapan dan preferensi)
v  Pola pembelian
v  Kultur
v  Potensi ekonomi pemakai
v  Tahap pertumbuhan ekonomi
v  Persaingan
v  Iklim dan geografi
2.         Karakteristik produk:
v  Konstitusi produk, merk, dan pembungkusan
v  Penampilan fisik 
v  Fungsi dan atribut
v  Keawetan dan kualitas
v  Pemasangan
v  Pemeliharaan dan pelayanan
v  Negara asal
3.         Konsiderasi produk:
v  Kemampulabaan
v  Peluang pasar 
v  Biaya adaptasi
v  Kebijakan dan konsistensi
v  Organisasi dan sumberdaya  

Promosi Internasional:
Strategi kombinasi antara produk dan promosi Internasional: 
1.         Perluasan langsung
2.         Adaptasi komunikasi
3.         Adaptasi produk
4.         Adaptasi majemuk
5.         Invensi produk
Harga Internasional:
Faktor yang mempengaruhi penentuan harga Internasional:
1.      Pengaruh pemerintah
2.      Perbedaan nilai mata uang asing
3.      Tambahan biaya yang todak dapat dihindari (pajak, asuransi, dsb)
4.      Kategori sistim harga Internasional
v  Harga ekspor
Harga ekspor dapat berorientasikan atas biaya (harga standar dunia dan harga majemuk) maupun permintaan (harga perbedean pasar).
v  Harga pasar – asing
Harga di pasar Internasional individual dipengaruhi oleh: tujuan perusahaan, biaya, perilaku pelanggan kondisi pasar, struktur pasar, serta hambatan lingkungan.
v  Harga transfer
Adalah harga yang ditetapkan antar cabang milik perusahaan. kemungkinan harga transfer adalah: transfer pada biaya langsung, transfer pada biaya langsung dan tambahan pengeluaran lain, transfer pada harga pasar-tujuan, dan transfer pada arm’s length price (harga dimana pihak lain mampu melakukan transaksi yang sama).
Distribusi Internasional:
Bentuk sistim distribusi adalah langsung dan tidak langsung, yang masing – masing sistim dilayani oleh perantara agen maupun pedagang.
v  Distribusi langsung
Berhubungan dengan perusahaan asing melalui: perantara agen (sales, purchasing agent, dll), atau perantara pedagang (export distributor, export jobber, trading company, dll)
v  Distribusi tidak langsung
Berhubungan dengan perusahaan asing lain, melalui: perantara agen (export management company, manufacturer’s export agent, trading company, dll), atau perantara pedagang (export merchant, cooperative exporting, export vendor)
2.3 Pengaruh Promosi Internasional Terhadap Produk, Harga, dan Distribusi

Produk
Pada dasarnya produk adalah sesuatu yang ditawarkan oleh produsen pada konsumen untuk memenuhi kebutuhan dan keinginannya (need and wants). Produk bisa berbentuk barang (sesuatu yang berujud atau tangible), yaitu sesuatu yang berbentuk fisik yang dihasilkan dari proses produksi pada suatu organisasi atau perusahaan. Disamping itu, produk juga bisa berupa jasa (sitanya non-fisik atau intangible). Perlu ditekankan juga bahwa konsumen tidak hanya membeli produk sekedar memuaskan kebutuhan (need), akan tetapi juga bertujuan memuaskan keinginan (wants). Sebagai contoh orang yang membeli mobil, dengan model, warna, merek, dan harga tertentu diharapkan dapat mengangkat prestisenya. Tjiptono (2007: 103), menyatakan bahwa atribut produk adalah unsur-unsur produk yang dipandang penting oleh konsumen dan dijadikan dasar pengambilan keputusan pembelian. Atribut produk meliputi merek, kemasan, jaminan (garansi), pelayanan, dan sebagainya. Sedangkan Kotler dan Armstrong (2004: 347), menyatakan bahwa atribut produk adalah pengembangan suatu produk atau jasa melibatkan penentuan manfaat yang akan diberikan. Pengertian tersebut menunjukan bahwa suatu produk memiliki atribut atau dimensi berikut : merek produk, kemasan produk, label produk dan kualitas produk. Keempat atribut atau dimensi produk tersebut memberi pengaruh besar terhadap reaksi pengambilan keputusan bagi pelanggan.
Buchari Alma (2007:147), menyatakan bahwa merek ialah suatu tanda atau simbol yang memberikan identitas suatu barang / jasa tertentu yang dapat berupa kata-kata, gambar atau kombinasi keduanya. Dengan adanya merek, maka memungkinkan konsumen untuk mengatur dengan lebih baik pengalaman tempat belanja mereka, membantu mereka mencari dan menemukan keterangan produk. Informasi tentang produk dan merek dapat diperoleh melalui berbagai sumber, bisa diperoleh melalui pemasangan iklan, pemberitaan, penjualan, maupun sumber informasi lainnya. Fandi Tjiptono (2008: 106), menyatakan bahwa pengemasan

(packaging) merupakan proses yang berkaitan dengan perancangan dan pembuatan wadah (container) atau pembungkus (wrapper) untuk suatu produk. Djaslim Saladin (2010 : 148) menyatakan bahwa kemasan adalah segala kegiatan merancang dan memproduksi wadah atau bungkus suatu produk. Wadah atau bungkus tersebut terdiri dari tiga tingkat bahan yaitu : kemasan dasar, kemasan tambahan dan kemasan pengirim.
Demikian juga dengan     .
Disamping itu, pemasar internasional menghadapi tantangan dalam menghadapi jauhnya jarak yang ditempuh agar produk sampai ditangan konsumen. Sehingga, para pemasar internasional harus paham mengenai cara pengemasan produk agar produk tetap dalam keadaan baik pada saat sampai ditangan konsumen.
Harga

Harga merupakan unsur yang berbeda dengan unsur lainnya dalam bauran pemasaran. Bila unsur yang lain dalam pemasaran (yaitu produk, tempat/distribusi, dan promosi) sifatnya adalah pengeluaran, maka harga merupakan unsur yang memiliki sifat menghasilkan atau mendapatkan pemasukan. Buchari Alma (2007: 169) menyatakan bahwa harga adalah nilai suatu barang yang dinyatakan dengan uang. Philip Kotler (2005: 24), menyatakan bahwa harga dalam arti sempit merupakan jumlah uang yang ditagihkan untuk suatu produk atau jasa, sedangkan dalam arti luas adalah jumlah dari nilai yang dipertukarkan konsumen untuk manfaat memiliki atau menggunakan produk atau jasa. Menurut definisi diatas, kebijakan mengenai harga sifatnya hanya sementara, berarti produsen harus mengikuti perkembangan harga di pasar dan harus mengetahui posisi perusahaan dalam situasi pasar secara keseluruhan.
Penetapan harga akan berpengaruh pada minat beli dan segmen pasar yang dituju. Misalnya, produk Iphone adalah produk berharga mahal namun berkualitas dan mempunyai tingkat prestisius yang tinggi, sehingga meskipun harganya mahal, tetap diminati. Segmen pasar yang dituju oleh produsen Iphone adalah masyarakat kelas menengah keatas.

Distribusi

Suatu produk (baik itu dalam bentuk barang atau dalam bentuk jasa) akan laku di pasaran apabila produk tersebut dapat disalurkan ke berbagai tempat dimana terdapat calon pembeli potensial. Untuk tujuan yang dimaksud maka digunakanlah distribusi untuk memasarkan produk tersebut. Kotler dan Armstrong (2008: 63), menyatakan bahwa tempat (distribusi) adalah kegiatan yang dilakukan perusahaan yang membuat produk tersedia bagi pelanggan sasaran. Sedangkan Tjiptono (2008: 185), menyatakan bahwa pendistribusian dapat diartikan sebagai kegiatan pemasaran yang berusaha memperlancar dan mempermudah penyampaian barang dan jasa dari produsen ke konsumen, sehingga penggunaanya sesuai dengan yang diperlukan (jenis, jumlah, harga, tempat, dan saat dibutuhkan).
Dalam pemasaran internasional, distribusi adalah aspek yang memakan biaya cukup besar karena jarak yang ditempuh cakupannya cukup luas. Serta resiko kerusakan produk juga tinggi. Sehingga pelaku pemasar internasional harus pandai mengatur strategi distribusi yang efisien sehingga menekan biaya yang akan ditimbulkan. Disamping itu, pemasar harus sering mengkaji serta mengevaluasi segala tindakan yang telah dilakukan dalam aspek distribusi untuk mencapai sistem distribusi yang paling sesuai dengan usaha yang dijalankan.


 DAFTAR PUSTAKA
Hand Out Pemasaran Internasional by Prof. Dr. H. Musthafa, SE., MM.
Cateora, R Philip & Graham, L. John. (2007). International Marketing. Edisi 13. Jakarta: Salemba Empat
Kotler, P. and Armstrong, Gary. (2008). Principles of Marketing. 12th Edition. Prentice Hall: New Jersey
Tjiptono, F. (2008). Strategi Pemasaran. Edisi Ketiga. Yogyakarta: Andi