Lg butuh
liburan, iseng bbm sama temen yg hobinya sama. Ngobrol ngalor ngidul akhirnya
kami memutuskan untuk ngetrip bareng. Setelah Browsing sana sini nemu artikel
tentang air terjun yang langsung ngalir ke pantai. Wah ajib banget nih bro.
Namanya
pantai lenggoksono. Setelah Seminggu cari info lewat internet, kami memutuskan
berangkat ke malang. Berangkat berdua aja naik motor.
Jam 6 pagi
si hasan udah standby depan kos. Kami berangkat dari surabaya. Pukul 9 pagi
kami sampai d malang kota. Kemudian langsung meluncur k kabupaten malang
selatan. FYI gaes, pantai lenggoksono ini letaknya di desa purwodadi, kecamatan
tirtoyudo. Jarak tempuhnya sekitar 2 jam dari malang kota. Tenang aja jalannya
udah mulus kok. dan banyak papan
penunjuk arah. Tinggal ikutin arah menuju dampit nanti ada perempatan tangsi
belok kanan. Kalo bingung pakai GPS (Gunakan Penduduk Setempat). Di jamin
keakuratannya melebihi provider manapun.
Oke, skip.
Setelah
melewati aspal mulus, kalian akan nemuin jalan makadam yg sempit dan curam.
Berarti perjalanan udah hampir sampai :).
Kalian akan
menemukan pintu masuk k pantai lenggoksono. Pantainya sepi banget. Pasirnya
coklat, garis pantainya -+ 500 meter. Di sebelah kiri pantai didominasi
kerikil. Motor bisa d bawa ke tepi pantai. Disana ga ada tukang parkir gaes.
Cuma ada 2 anak nelayan yg duduk" d bawah pohon. Kemudian kami mendatangi
mereka dan bertanya mengenai banyu anjlok (karena menurut info yg kami baca d
internet, harus menggunakan perahu agar bisa sampai d banyu anjlok) tetapi
sampai tkp tidak ada nelayan yang menawarkan jasa sewa perahu. Setelah bertanya
ke anak" tadi kami d arahkan ke sebuah bangunan. Seperti pendopo. Beberapa
kali kami mengucapkan salam tapi nggak ada yang jawab. Ya sudah kami menunggu d
teras pendopo. Sekitar 10 menit menunggu, muncul bapak" berumur 50 an.
Beliau bernama pak luhung. Setelah berkenalan dan mengutarakan maksud
kedatangan kami, pak luhung menyuruh
kami mengisi buku tamu.
![]() |
| Disambut ketenangan Pantai Lenggoksono |
Tiket masuk
ke pantai lenggoksono dan banyu anjlok
masih free loh. Tapi kami tetap menyelipkan beberapa lembar uang ribuan di buku
tamu.
Pak luhung
menawarkan dua opsi, yang pertama treking melewati bukit selama 45 menit, atau
menggunakan motor.
Karena lagi
males jalan, kami memutuskan naik motor saja yang ternyata jalurnya lebih serem
dari jalur gaza *aihhh lebay nya :p
Dari
lenggoksono ke banyu anjlok kami di pandu seorang guide biayanya 35 k.
Namanya mas atep umurnya sekitar 30 th.
Peejalanan
memakan waktu 20 menit. Melewati bukit, sungai, persawahan, dan kebun cengkeh.
Subhanallah, Rasanya nano nano deh. Viewnya ajib banget.
![]() |
| Trek yang dilalui dengan motor (Sebelah kanan tebing rawan longsor, sebelah kiri jurang MANTAP!!! :D) |
![]() |
| motor harus diparkir ketika menuju lokasi |
Sampe di
lokasi tempatnya sepi banget pengunjungnya cuma 3. Aku, hasan, dan guide kami.
Artinya tidak ada pengunjung selain kami. Hmmm sayang banget ya.
![]() |
| Tu kan... sepi |
Air terjun
ini tingginya sekitar 7 meter dan beneran langsung ngalir ke pantai. di atas air terjun ini, ada sebuah kubangan
yang mirip kolam. Kalo buat renang, berendam atau main air, bisa banget
deh. jadi dari kolam (atasnya air
terjun), kalian bisa liat samudra. Ulala...... Pemandangannya ga bisa di lukiskan dengan kata kata.
![]() |
| Pemandangan pada saat treking |
Setelah
puas menikmati ciptaan Tuhan yg begitu indah dan foto" narsis, kami langsung kembali k
pendopo. Solat dhuhur di tepi pantai, :D kemudian menemui pak luhung untuk
berpamitan.
Semoga pemerintah kab. Malang segera memperbaiki sarana dan prasarana penunjang ya. Agar potensi wisata banyu anjlok ramai pengunjung.
RUTE: Surabaya- Sidoarjo- Pasuruan- Lawang- Malang Kota- Dampit- Tirtoyudo






No comments:
Post a Comment