FUNGSI PEMASARAN (KOMERSIAL)
Pengertian Pemasaran
Pemasaran (marketing) adalah suatu aktifitas untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan yang ada melalui penciptaan proses pertukaran yang saling menguntungkan. Aktifitas pemasaran tersebut antara lain : perencanaan produk, kebijakan harga, melakukan promosi, distribusi, penjualan, pelayananan, membuat strategi pemasaran, riset pemasaran, system informasi pemasaran dan lain-lain yang terkait dengan pemasaran.
BAGAN PROSES PEMASARAN
Pemasaran dimulai dengan adanya kebutuhan dan keinginan, kemudian adanya permintaan, munculnya usaha-usaha untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan, terjadi transaksi dan pertukaran, semuanya harus berakhir dengan saling menguntungkan kepuasan semua pihak.
TIGA TAHAPAN PRAKTEK PEMASARAN
Pemasaran Swadaya (Entrepreneuriel marketing)
Ketika perusahaan masih kecil dan baru berdiri, dimana jumlah produk yang dijual tidak begitu banyak dan pengusaha baru belaajr, maka pemasaran dilakukan dari individu ke individu, dari pintu ke pintu, toko ke toko, serta memasarkan sendiri-sendiri.
Pemasaran Terformulasi (Formulated Marketing)
Selanjutnya,setelah perusahaan semakin sukses dan berkembang, diperlukan pemasaran yang terformulasikan. Ada departemen pemasaran, pemasangan iklan, sales force, marketing research dll.
Pemasaran Total (Interpreneurial Marketing)
Muncul kesulitan dalam memformulasikan pemasaraan, mencari laporan riset pemasaran, mencoba hubungan baik dengan dealer dan pesan-pesan iklan. Perusahaan kehabisan kreativitas, dan berkeinginan bergerilya seperti dulu lagi. Manager produk dan merk perlu keluar dari kantor dan mulai hidup dengan pelanggan dan menunjukkan cara baru menambah nilai dalam hidup pelanggannya.
MARKETING MIX
Dasar konsep marketing adalah marketing strategis, yang merupakan kombinasi dari variable-variabel yang dapat dikontrol oleh organisasi/perusahaan. Marketing mix adalah perpaduan dari variable-variabel intern yang dapat dikontrol, dimobilisasi untuk mencapai dasar sasaran (segmen) tertentu.
Unsur-unsur yang terdapat dalam marketing mix menurut Smith (1993) dan Kotler (1997), adalah :
Product (Produk/jasa) : meliputi unsur-unsur jenis-jenis produk, kualitas, desain, features (fasilitas dan kegunaannya), brand-name, kemasan, ukuran, pelayanan, garansi, dan penggantian jika terjadi kerusakan.
Price (harga), meliputi unsur-unsur daftar harga, potongan, bonus, jangka waktu pembayaran, aturan kredit. Harga biasanya dignakan untuk konsumen/pelanggan sebagai indicator kualitas. Artinya kalau harganya mahal seharusnya kualitasnya baik, dan sebaliknya, kalau harganya murah, maka maka produk/jasa yang dibeli biasanya kualitasnya tidak baik.
Promotion/Communication (promosi/komunikasi), didalamnya termasuk promosi penjualan, periklanan, tenaga penjualan, hubungan masayarakat (public relation), direct marketing, pembentukan customer data base, dialog, dan provision of customer service.
Place (tempat) meliputi unsur-unsur saluran distribusi, cakupan (coverage), lokasi, pergudangan, transportasi.
People (pimpinan dan staf, pelanggan, pesaing) : personal characteristic of the marketing manager and staff, political power (kekuatan politik), seperti suara/pendapat/pernyataan para elit politik dalam upaya menggalang kekuatan atau dalam menanggapi suatu masalah dapat mempengaruhi antara lain : opini massa, kondisi/sentiment pasar (melonjaknya harga-harga, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap mata uans asing, merosotnya harga saham, menurunya minat investor untuk menanamkan modalnya d Indonesia, kecenmasan dunia usaha), keamana, rasa aman, kepastian usaha, dan stabilisasi.
Untuk menghasilkan suatu strategi marketing yang baik semua unsur-unsur marketing mix ini harus diperhatikan dan di kembangkan secara seimbang. Konsep-konsep dan teori-teori, yang dapat berbentuk general statement (asumsi yang berlaku umum) atau postulat, yang terdapat dalam text-book asing atau pemikiran para ahli dari luar Indonesia yang berkaitan dengan konsep dan teori managemen marketing mix perlu disesuaikan dengan asumsi-asumsi yang berlaku khusus di Indonesia. Penyesuaian ini dapat dilakukan dengan menggunakan situasional atau contingency approach, misalnya memperhatikan hal-hal berikut:
Situasi pasar : unfair competition (monopoli)
Praktik bisnis : unfair business practices (meniru, berbohong atau melebih-lebihkan dalam usaha promosi) yang dapat menimbulkan gap (kesenjangan) antara expected value (harapan) dan perceived value (prestasi yang sesungguhnya) dari produk atau jasa yang ditawarkan.
Communication channels yang berkembang
Kepuasan Pelanggan
Kepuasan pelanggan bukanlah konsep yang baru. Di awal abad 20, sudah banyak praktisi bisnis diseluruh dunia, memahami bahwa kepuasan pelanggan adalah hal yang penting. Logika sederhana dari para pelaku bisnis adalah bahwa apabila pelanggannya puas, pastilah akan terjadi sesuatu yang lebih baik untuk bisnis mereka di masa mendatang.
Menurut irawan (2004) menyatakan seorang pelanggan yang puas adalah pelanggan yang merasa mendapatkan value dari pemasok, produsen atau penyedia jasa. Value ini bisa berasal dari produk, pelayanan, system, atau sesuatu yang bersifaat emosi. Kalau pelanggan ingin suatu produk yang berkualitas maka kepuasan terjadi jika pelanggan mendapatkan produk yang berkualitas. Kalau value dari pelanggan adalah kenyamanan maka kepuasan teejadi jika pelanggan merasa benar-benar nyaman. Kalau value dari pelanggan adalah harga yang murah, maka pelanggan akan puas kalau mereka mendapatkan harga yang kompetitif dari produsen.
Nilai yang diterima oleh pelanggan (customer delivered value) adalah perbedaan antara nilai total pelanggan (total customer value) dengan total biaya pelanggan (total customer cost).
Total pelanggan adalah sejumlah manfaat yang diharap pelanggan dari barang/jasa yang di beli. Sedangkan total biaya pelanggan adalah sejumlah biaya yang harus dikeluarkan oleh pelanggan untuk mendapatkan barang/jasa yang diinginkan.
Apabila konsumen membeli suatu produk/jasa, sesungguhnya konsumen tidak hanya mengeluarkan biaya berupa uang harga produk/jasa tersebut, tetapi konsumen juga mengeluarkan biaya berupa waktu, tenaga, pikiran, transport dan lain-lain. Demikian juga pada saat konsumen menerima produk/jasa yang bersangkutan, sebenarnya juga menerima manfaat lainnya seperti pelayanan, citra dan lain-lain.
Skema nilai-biaya pelanggan, tampak seperti gambar dibawah ini :
Nilai Total Pelanggan
(total Customer Value) Total Biaya Pelanggan
(Total Customer Cost)
Product value (nilai produk)
Service value (nilai pelayanan)
Personnel value (nilai citra)
Image value (nilai karyawan) Biaya keuangan (monetary cost)
Biaya waktu ( time cost)
Biaya energy (energy cost)
Biaya batin/pikiran (psychic cost)
Perbandingan antara total customer value (TCP) dengan total customer cost (TCC), merupakan customer delivered value (CDV). Apabila CTP lebih besar disbanding TCC, maka pelanggan merasa diuntungkan Atau puas. Sebaliknya apabila TCC lebih besar disbanding TCV, maka pelanggan merasa dirugikan atau tidak puas.
TCV > TCC = Pelanggan merasa diuntungkan (puas)
TCV < TCC = Pelanggan merasa dirugikan (tidak puas)
Apabila TCV diselesaikan dengan TCC, hasil inilah yag sebenarnya disebut CDV. Jika CDV positif, ini berarti pelanggan diuntungkan (puas), dan sebaliknya bila CDV negative, maka pelanggan merasa dirugikan (tidak puas).
Pelanggan yang puas adalah pelanggan yang akan berbagi dengan produsen atau penyedia jasa. Bahkan, pelanggan yang puas akan berbagi pengalaman dengan pelanggan lain. Bahkan menurut sebuah research, pelanggan yang puas akan berbagi pengalaman dengan 3-5 orang kawan-kawannya. Tetapi, jika mereka tidak puas, maka mereka akan bercerita kepada 10-15 orang lainnya. Oleh karena itu penting sekali arti dari kepuasan pelanggan untuk referensi berbagai perusahaan yang bersangkutan.
Faktor-Faktor Pendorong Kepuasan Pelanggan
Menurut Handi (2004) berdasarkan studi literature ada lima driver utama kepuasan pelanggan.
Driver pertama, adalah kualitas produk. Pelanggan puas kalau setelah membeli dan menggunakan produk tersebut ternyata kualitas produknya baik. Kualitas produk ini adalah dimensi yang global dan paling tidak ada 6 elemen dari kualitas produk, yaitu : performance, durability, feature, reliability, consistency, dan design.
Pelanggan akan puas terhadap televisi yang dibeli apabila menghasilkan gambar dan suara yang baik, awet/tidak cepat rusak, memiliki banyak fasilitas, tidak ada gangguan, dan designnya menawan.
Driver kedua, adalah harga, untuk pelanggan yang sensitive biasanya harga murah adalah sumber kepuasan yang penting karena mereka akan mendapat value formani yang tinggi. Komponen harga ini relative tidak penting bagi mereka yang tidak sensitive terhadap harga. Untuk industry retail, komponen harga ini sungguh penting dan konstribusinya terhadap kepuasan relative besar.
Kualitas produk dan harga sering kali tidak mampu menciptakan keunggulan bersaing dalam kepuasan pelanggan. Kedua aspek ini.
FUNGSI TEKNOLOGI INFORMASI
Pengertian Teknologi Informasi Dari Beberapa Pakar Teknologi
Menurut Haag dan Keen, adalah seperangkat alat yang membantu anda bekerja dengan informasi dan melakukan tugas-tugas yang berhubungan dengan pemrosesan informasi.
Menurut Martin, adalah hal yang tidak hanya terbatas pada teknologi komputer (hardware / soft ware) yang digunakan untuk memproses dan menyimpan informasi, melainkan juga mencakup teknologi komunikasi untuk mengirimkan informasi.
Menurut Williams dan Sawyer, adalah teknologi yang menggabungkan komputasi atau komputer dengan jalur komunikasi kecepatan tingggi yang membaawa data, suara, dan video.
Menurut Rahardjo (2002:74), adalah sama dengan teknologi lainnya, hanya informasi merupakan komoditas yang diolah dengan teknologi tersebut. Dalam hal ini, teknologi informasi mengandung konotasi memiliki nilai ekonomi yang mempunyai nilai jual.
Dari definisi tersebut dapat dijelaskan bahwa teknologi informasi tidak sekedar berupa teknologi computer, tetapi juga mencakup teknologi komunikasi. Dengan kata lain, teknologi informasi adalah gabungan antara teknologi computer dan teknologi telekomunikasi.
Klasifikasi Sistem Teknologi Informasi
System teknologi informasi dapat dibedakan dengan berbagai cara pengklarifikasian. Menurut Abdul Kadir dan Terra TI dapat di klasifikasikan atas :
Menurut fungsi yang diemban system, system teknologi informasi dapat dibedakan atas :
Embedded IT system adalah system teknologi informasi yang melakat pada produk lain. Contohnya system VCR (Video Casset Recorder) memiliki system teknologi informasi yang memungkinkan pemakai dapat merekam tayangan televisi.
Dedicated IT system adalah system teknologi informasi yang dirancang untuk melakukan tugas-tugas khusus. Contohnya, ATM (Anjungan Tunai Mandiri) dirancang secara khusus untuk melakukan transaksi keuangan bagi nasabah bank.
General Purpose IT system adalah system teknologi informasai yang dapat digunakan untuk melakukan berbagai aktivitas yang bersifat umum. Contohnya PC (personal Computer).
Menurut departemen dalam perusahaan bisnis, TI dibedakan atas : system akuntansi, system informasi pemasaran, system informasi produksi, dll.
Menurut dukungan terhadap level managemen dalam perusahaan, TI dapat dibedakan atas : system pemroses transaksi, system pendukung keputusan, dan system informasi eksekutif.
Peranan Teknologi Informasi Bagi Perusahaan
Pada dasarnya peranan TI bagi setiap perusahaan bersifat unik/ spesifik. Hal ini disebabkan karena masing-masing perusahaan memiliki strategi yang berbeda satu dengan yang lainnya. Walaupun dua perusahaan misalnya berada pada sebuah industry yang sama, namun peranan teknologi informasi bias sangat berbeda.
Teknologi infomasi, yang di khususkan untuk pengelolahan data menjadi informasi yang bermanfaat bagi organisasi. Terus menerus mengalami perkembangan baik dari segi bentuk, ukuran, kecepatan dengan kemampuan untuk mengakses multimedia dan jaringan komputer (Sutedjo, 2002).
Disatu sisi perusahaan sadar bahwa sudah saatnya harus memiliki suatu sistem TI yang menunjang bisnis mereka, sementara dilain pihak mereka harus mengeluarkan biaya yang relatif cukup besar untuk dapat merancang dan mengimplementasikan TI yang di butuhkan. Tanpa memiliki TI yang cukup canggih, sulit bagi mereka untuk bersaing dengan perusahaan besar lainnya baik dari dalam maupun dari luar negeri (Indarajit, 2004:35).
Menurut Jogyanto (2003:18) sistem teknologi informasi memberiakn lima peran utama di dalam organisasi :
Meningkatkan efisiensi, yaitu menggantikan manusia dengan teknologi di proses produksi.
Meningkatkan efektifitas, yaitu menyediakan informasi bagi para manager di organisasi untuk mendukung proses pengambilan keputusan dengan lebih efektif yang didasarkan dengan informasi yang akurat, tepat waktu, dan relevan sehingga mendapat hasil produksi yang akurat dan bebas dari cacat produksi sesuai dengan sasaran produksi yang diinginkan.
Meningkatkan komunikasi, yaitu mengintegrasikan penggunaan sistem teknologi informasi dengan menggunakan email dan chat.
Meningkatkan kolaborasi, yaitu dengan menggunakan video conference dan teleconference.
Meningkatkan kompetitif, yaitu sistem teknologi informasi digunakan untuk keunggulan kompetisi.
Menurut Indrajit (2003:30) jika ditinjau dari segi peranan strategis TI, terdapat lima jenis tujuan dari dilakukanya investasi terhadap teknologi tersebut, yaitu :
Karena alasan kelangsungan hidup perusahaan atau bisnis itu sendiri, dalam arti bahwa perusahaan melihat keberadaan TI didalam bisnis terkait sifatnya adalah mutlak. Contohnya adalah perusahaan semacam bang retail, hotel berbintang lima, transportasi penerbangan, dsb yang tidak mungkin dapat bertahan lama dalam ketatnya persaingan bisnis tanpa dilengkapi oleh TI.
Perusahaan melakukan investasi TI karena alasan ingin memperbaiki efisiensi. Diharapkan dengan di implementasikanya TI dalam sejumlah aktifitas tertentu, maka akan dialakukan proses reduksi atau optimalisai terhadap alokasi berbagai sumber daya perusahaan, seperti : manusia, waktu, biaya, material, aset dll. Biasanya TI dipergunakan biaya komunikasi dan transaksi.
Tujuan investasi TI adalah untuk memperbaiki efektifitas usaha (do the right thing), dimana TI akan dipergunakan untuk menompang kehandalan kegiatan bisnis.
Keinginan perusahaan untuk mendapatkan keunggulan kompetitif agar dapat meninggalkan para pesaing bisnisnya dengan mengembangkan TI yang tidak terdapat dalam perusahaan lain yang belum memilikinya. Dalam hal ini diterapkan dalam konsep manajemen baru, dimana secara signifikan implementasi berbagai perangkat TI diharapkan membawa perusahaan jauh didepan dibandingkan dengan para pesaing bisnisnya.
TI sebagai salah satu perangkat infrastruktur yang tidak dapat dihindari keberadaanya bagi sebuah perusahaan di era global ini. Adalah merupakan suatu standar bagi perusahaan dewasa ini untuk memiliki corporate, website yang dapat di akses oleh para calon pelanggan diseluruh dunia, menggunakan email sebagai sarana berkomunikasi sehari hari dsb, dimana keseluruhan perangkat tersebut sudah menjadi sebuah infrastruktur usaha yang harus dimiliki oleh perusahaan.
Peranan TI dalam masa sekarang tidak hanya diperuntukan bagi organisasi, melainkan juga untuk kebutuhan perseorangan.Bagi organisasi, TI dapat digunakan untuk mencapai keuntungan kompetitif, sedangkan bagi perseorangan TI dapat dipergunakan untuk mencapai keunggulan pribadi, termasuk untuk mencari pekerjaan.
Pemanfaatan Teknologi Informasi
Teknologi kini semakin marak diperbincangkan karena di yakini dapat memberi keunggulan bersaing. Contohnya Bank BCA,meski bukan yang pertama dalam memanfaatkan TI sebagai keunggulan utamanya. Namun terus menerus menciptakan produk-produk layanan yang inovatif yang berbasis TI.
Keunggulan bersaing ini dapat dicapai melalui banyak cara misalnya,harga terjangkau,kualitas terjamin,keramahan,kecepatan layanan,dan lain sebagainya. Berkaitan dengan pemanfaatan TI dalam perusahaan,keunggulan kompetitif mengacu pada penggunaan TI untuk meningkatkan kualitas informasi,kontrol kinerja perusahaan,dan peningkatan pelayanan untuk memenangkan pasar. Ide dasarnya adalah perusahaan menggunakan TI baik sebagai alat bantu mauun strategi yang tanggung untuk mengintregasikan dan mengolah data dengan cepat dan akurat serta untuk penciptaan produk layanan baru sebagai daya saing untuk menghadapi kompetensi.
Teknologi informasi juga dimanfaatkan oleh banyak organisasi sebagai kekuatan untuk menghadapi persaingan yang semakin ketatdewasa ini. Menurut sutedjo(2002:24) banyak manfaat yang di petik oleh perusahaan dengan menggunakan TI,yaitu :
Intregasi data dan informasi
Pembangunan TI memungkinkan perusahaan untuk mengintregasikan data baik berupa data setup maupun data transaksi yang di lakukan dari berbagai lingkungan jaringan.
Sistem pengorganisasian data memungkinkan sistem bebas redudansi data.
Pembangunan TI yang bertumpu pada sistem pengorganisasian data,akan menghindarkan sistem dari bahaya duplikasi data yang satu belum tentu akan diikuti perubahan data duplikasinya.
3. Meningkatkan kecepatan dan keakuratan penyusunan laporan manajerial.Tuntutan akan ketersediaan laporan manajerial yang standar sering mengakibatkan tekanan psikologis yang sangat tinggi bagi para manajer. Untuk itu TI membantu menghasilkan laporan yang memudahkan dalam penyusunan laporan manajerial.
4. Meningkatkan kualitas produk dan kecepatan layanan konsumen. Melalui TI,semua departemental dalam perusahaanakan mendapat aliran informasi yang tepat pada waktunya sehingga kualitas produk dapat di tingkatkan. Karena department persediaan barang dan department produksi dapat memperoleh informasi yang jelas dan tepat dalam waktu yang singkat,yang akan berdampak pada peningkatan layanan konsumen.
5. Meningkatkan citra perusahaan. pembangunanTI akan meningkatkan citra perusahaan dari sudut pandang internal maupun eksternal perusahaan. Layanan konsumen akan sangat cepat dilakukan sehinggakepercayaan masyarakat meningkat dan akan mengalirkan simpati yang cukup besar untuk mendorong tingkat pembelian produk dari perusahaan.
Menurut Jogiyanto (2003:8) sistem teknologi informasi dapat di manfaatkan di internal atau di eksternal organisasi. Di internal organisasi TI dapat diterapkan di fungsi-fungsi organisasi dan di tingkat-tingkatkan manajemen. Sistem TI yang diterapkan secara eksternal merupakan sistem TI intenal yang ditarik keluar organisasi menggunakan teknologi komunikasi. Tujuan dari sistem TI ini adalah untuk menjangkau pihak eksternal perusahaan secara lebih efektif sehingga menjangkau secara langsung pemasok dan pelanggan perusahaan supaya perusahaan dapat memenangkan persaingan,karena sistem TI seperti ini sekarang merupakan alat yang memungkinkan menciptakan keunggulan kompetisi.
Manfaaat TI di bidang bisnis dapat di jadikan sebagai produk atau dapat di gunakan sebagai alat(tools). Jadi,sebuah perusahaan dapat menghasilkan produk TI atau dapat menggunakan TI untuk menghasilkan produk atau layananya.
Dalam hubungan pembeli-penjual,informasi dapat menentukan daya tawar relatif dari konsumen serta informasi mendefinisikan relasi dengan pemasok. Adanya relasi berarti bahwa perusahaan telah membangun saluran khusus secara elektronik(TI).
Dalam pemanfaatan TI oleh perusahaan akan memunculkan sebuah kebimbangan yaitu bagian mana dari fungsi TI yang sebaiknya di ambil dari luar (outsourced) dan yang sebaiknya disediakan sendiri oleh perusahaan. Dalam hal ini pertimbangan yang mendasar apakah operasi teknologi tertentu memeberikan manfaat strategis atau apakah hanya merupakan komoditas yang tidak akan membedakan kita dengan pesaing. Teknologi informasi kemudian tidak hanya menjadi komplemen dari sumber keunggulan bersaing tradisional,tetapi menjadi sumber keunggulan bersaing maupun pencipta basis persaingan yang baru.
Resiko Dan Kegagalan Penerapan Teknologi Informasi
Masa investasi dan penggunaan di bidang TI merupakan hal yang cukup memusingkan bagi perusahaan. Di satu sisi perusahaan sadar bahwa harus meniliki TI yang dapat menunjang bisnis,sementara di lain pihak perusahaan harus mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk dapat merancang dan mengimplementasikan TI yang di butuhkan. Tanpa memiliki TI yang cukup canggih,sulit bagi perusahaan untuk bersaing dengan perusahaan lain.
Dalam pemanfaatan TI,tentu mengandung resiko atau kegagalan yang mungkin saja terjadi di dalam perusahaan. Resiko-resiko keggalan-kegagalan tersebut antara lain:
gagalnya penerapan TI karena faktor internal dan eksternal perusahaan yang belum siap untuk mengimplementasikan TI sehingga investasi telah keluar secara percuma dan tidak dapat dikembalikan lagi.
Tingginya biaya pemeliharaan dan pengembangan teknologi yang harus ditanggung oleh perusahaan. Sehingga walaupun secara bisnis telah terjadi peningkatan output,membengkaknya biaya over head pemeliharaan maupun pengembangan TI telah menyebabkan tingginya faktor input yang di butuhkan sehingga secara langsung berdampak pada perjitungan produktivitas.
Cepatnya perkembangan dan perubahan inovasi TI sehingga perusahaan harus terus meng up date TI yang dimilikinya untuk dapat terus bersaing secara kompetitif. Padahal dalam penerapan TI perusahaan harus mengeluarkan investasi yang cukup besar.
Perusahaan harus memahami TI yang di gunakan dengan tingkat keamanan yang di bangun di sekeliling database dan software secara hati-hati karena TI yang di gunakan sangat rentan terhadap gangguan dari luar seperti hacker,virus dan gangguan lainnya yang merugikan perusahaan.
FUNGSI KEUANGAN
Managemen keuangan menyangkut kegiatan perancanaan, analisis dan pengendalian kegiatan keuangan. Ada dua macam kegiatan utama dalam keuangan yaitu :
Mencari dana
Menggunakan pada asset perusahaan
Kegiatan utama inilah yang disebut fungsi keuangan. Fungsi managemen keuangan itu dibawah tanggung jawab manager keuangan. Manager keuangan perlu memperoleh dana dari pasar keuangan, pasar keuangan menunjukkan antara demand dan supply akan dana.
Sumber dana perusahan dapat dikelompokkan menurut prosesnya menjadi sumber dana eksternal dan internal. Sumber dana internal adalah sumber dana yang berasal dari depresiasi secara langsung. Sumber dana ini berasal dari depresiasi dan saldo laba. Sumber dana eksternal adalah sumber dana yang bukan dari hasil kegiatan operasi perusahaan. Sumber dana itu berupa hutang, saham preference, saham biasa, diskon dari pembelian, penghematan atau pembebasan pajak subsidi, dll.
Secara akuntansi sumber dana perusahaan dapat dikelompokkan menjadi sumber hutang dan ekuitas. Dalam laporan keuangan seumber dana perusahaan akan dilaporkan pada neraca perusahaan pada sisi kanan yaitu, sisi passive.
Dana yang diperoleh tersebut kemudian di investasikan pada berbagai aktiva perusahaan. Dari kegiatan menanamkan dana, perusahaan mengharapkan untuk memperoleh hasil yang lebih besar dari pengorbanannya dengan kata lain diharapkan laba. Alokasi dana dapat di klasifikasikan menjadi dua yaitu : dana yang digunakan untuk pembiayaan modal kerja dan dana yang digunakan untuk pengadaan barang modal adalah dana untuk pengadaan fasilitas produksi dan operasi seperti pengadaan lahan pabrik bangunan, mesin, peralatan, dll.
FUNGSI KEUANGAN
Fungsi keuangan yang menjadi tanggung jawab dalam organisasi langsung kepada manager keuangan maliputi :
Bendahara, bertanggung jawab atas perolehan dan pengamanan, menjaga hubungan permasalahan komersial dan investasi membuat laporan mengenai arus kas harian dan posisi modal kerja.
Controller (administrator pembukuan/akuntan), mencatat, membuat laporan tentang informasi keuangan perusahaan, penyusunan laporan keuangan urusan perjajian, pajak, dll.
TUJUAN MANAGEMEN KEUANGAN
Untuk menghasilkan keputusan yang benar agar tujuan tercapai
Untuk memaksimalkan nilai perusahaan
Memaksimalkan nilai perusahaan agar mendapatkan laba yang maksimum
FUNGSI KEPEMIMPINAN
1.DEFINISI KEPEMIMPINAN
Kepemimpinan dapat diartikan sebagai kemampuan dalam mempengaruhi orang lain untuk
mencapai tujuan-tujuan.
2.TUJUAN KEPEMIMPINAN
Tujuan kepemimpinan dalam suatu organisasi adalah menciptakan organisasi (tata kerja
bidang) yang dinamis, terkendali guna mencapai tujuan yang telah disepakati bersama.
3. FUNGSI KEPEMIMPINAN
Kepemimpinan dalam suatu organisasi merupakan hal yang paling vital, oleh sebab itu seorang pimpinan harus mengetahui fungsi kepemimpinan. Adapun fungsi kepemimpinan yaitu :
a. mengkoordinasikan para anggotanya.
b. membuat keputusan dan membuat kebijakan.
c. mengadakan hubungan kerja/komunikasi dengan baik dan benar ke dalam maupun ke luar.
d. penghubung antara organisasi yang satu dengan organisasi yang lain.
e. sebagai konseptor, penggerak. pengarah, pengatur dan pengawas.
f. pembinaan kerja.
4. UNSUR-UNSUR KEPEMIMPINAN
a. Adanya pemimpin
Unsur pertama dari kepemimpinan adalah adanya pemimpin; yakni seseorang yang mendorong dan mempengaruhi seseorang atau sekelompok orang lain. Sehingga tercipta hubungan kerja yang serasi dan menguntungkan untuk melakukan berbagai aktivitas tertentu
untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
b. Adanya pengikut
Adanya pengikut; yakni seseorang atau sekelompok orang yang mendapat dorongan atau pengaruh sehingga bersedia dan dapat melakukan berbagai aktivitas tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
c. Adanya sifat dan ataupun perilaku tertentu
Adanya sifat ataupun perilaku tertentu yang dimiliki oleh pemimpin yang dapat dimanfaatkan
untuk mendorong dan ataupun mempengaruhi seseorang atau sekelompok orang.
d. Adanya situasi dan kondisi tertentu
Adanya situasi dan kondisi tertentu yang memungkinkan terlaksananya kepemimpinan. Situasi dan kondisi yang dimaksud dibedakan atas dua macam: pertama, situasi dan kondisi yang terdapat didalam organisasi; kedua, situasi dan kondisi yang terdapat di luar organisasi yakni lingkungan secara keseluruhan.
5. SYARAT-SYARAT KEPEMIMPINAN
Konsepsi mengenai kepemimpinan itu harus selalu dikaitkan dengan tiga hal penting, yaitu:
a. Kekuasaan
Kekuasaan adalah kekuataan, otoritas, dan legalitas yang memberikan kewenangan kepada pemimpin untuk mempengaruhi dan menggerakan bawahan agar berbuat sesuatu.
b. Kewibawaan
Kewibawaan adalah kelebihan, keunggulan/superioritas, keutamaan, sehingga ia mampu mengatur orang lain; dan orang lain akan patuh pada ke-pemimpin-annya, kemudian bersedia melakukan perbuatan-perbuatan tertentu.
c. Kemampuan
Kemampuan adalah segala daya, kesanggupan, kekuatan dan kecakapan, keterampilan teknis
maupun sosial, yang dianggap melebihi atau lebih unggul dari kemampuan angota biasa.
6. GAYA KEPEMIMPINAN.
Kepemimpinan dipengaruhi oleh sifat dan perilaku yang dimiliki oleh pemimpin. Karena sifat dan perilaku seseorang tidak akan persis sama, maka gaya kepemimpinan yang diperlihatkan oleh seorang pemimpin dapat berbeda antara satu pemimpin yang satu dengan yang lainnya. Dari berbagai gaya kepimpinan, dapatlah disederhanakan atas empat macam:
a. Gaya Kepemimpinan Diktator
Pada gaya kepemimpinan ini upaya mencapai tujuan dilakukan dengan menimbulkan ketakutann serta ancaman hukuman, bawahan hanya dianggap sebagai pelaksana dan pekerja saja.
b. Gaya Kepemimpinan Autokratis
Gaya kepemimpinan ini segala keputusan berada di tangan pemimpin. Pendapat atau kritik dari segala keputusan berada ditangan pemimpin.
c. Gaya Kepemimpinan Demokratis
Pada gaya ini ditemukan peran serta bawahan dalam pengambilan keputusanyang dilakukan secara musyawarah. Hubungan dengan bawahan dibangun dan dipelihara dengan baik.
d. Gaya Kepemimpinan Santai
Pada gaya ini hampir tidak terlihat karena segala keputusan diserahkan kepada bawahan. Setiap angota organisasi dapat melakukan kegiatan masing-masing sesuai dengan kehendak.
7. TIPE KEPEMIMPINAN
a. Tipe deserter
Sifatnya: bermoral rendah, tidak memiliki rasaketerlibatan, tanpa pengabdian, tanpa loyalitas dan ketaatan, sukar diramalkan.
b. Tipe birokrat
Sifatnya:korektif, patuh pada peraturan dan norma-norma, manusia organisasi, tepat, akurat/
cermat, keras, berdisiplan.
c. Tipe missionary
Sifatnya: terbuka penolong, lembut hati, ramah-tamah, alim, religius.
d. Tipe developer
Sifatnya; kreatif, dinamis, inovatif, memberikan/melimpahkan wewenang dengan baik, menaruh kepercayaan pada bawahan.
e. Tipe otokrat
Sifatnya: keras, diktatoris, mau menang sendiri, keras kepala, sombong, bandel.
f. Benevolent autocrat
Sifatnya: lancar, tertib, ahli dalam mengorganisir, besar rasa keterlibatan diri.
g. Tipe compromiser
Sifatnya: plintat-plintut, selalu mengikuti angin, tanpa pendirian, tidak mempunyai keputusan, berpandangan pendek, tak punya kepribadian kuat.
h. Tipe eksekutif
Sifatnya: bermutu tinggi, dapat memberikan motivasi yang baik, berpandangan jauh, tekun.
FUNGSI ADMINISTRASI
Kegiatan administrasi sangat bermanfaat bagi pengusaha yang ingin mengembangkan usahanya. Sebab daya ingat manusia serba terbatas, sehingga ketika usaha semakin maju, semakin banyak pula data-data transaksi yang berada dihadapan pengusaha. Tidak mungkin semua data itu disimpan dalam pikiran pengusaha saja, karena akibatnya akan menghambat proses produksi maupun pelayanan pada konsumen. Kegiatan administrasi sangat menolong pengusaha dengan tugas administrasi, yaitu sebagai berikut :
Catatan data-data transaksi bisnis
Catatan keuangan
Catatan produksi
Catatan persediaan produk
Catatan penjualan
Adapun kegunaan dari administrasi adalah sebagai berikut:
1. Sebagai alat manajemen bagi para wirausaha
2. Sebagai penilaian bagi para wirausahawan
3. Sebagai alat bukti pertanggungjawaban para wirausahawan dalam menjalankan kegiatan usahanya
Macam-macam catatan dan kegiatan yang dilakukan dalam administrasi adalah sebagai berikut:
1. Catatan perjanjian dagang
2. Catatan pemesanan dan pengiriman
3. Catatan pemasaran
4. Catatan proses produksi
5. Catatan perbekalan/persediaan
6. Catatan kepegawaian
7. Catatan surat menyurat
8. Catatan gudang
Untuk mencapai efektifitas dan efisiensi yang tinggi,segala kegiatan dan tindakan harus dilaksanakan dengan pertimbangan dan perhitungan yang rasional. Guna menjamin dan menciptakan rasionalitas yang tinggi, perlu langkah-langkah kegiatan. Dan langkah-langkah kegiatan itu disebut dengan fungsi pokok.
Adapun fungsi-fungsi pokok administrasi meliputi:
a. Perencanaan atau Planning
Perencanaan merupakan salah satu syarat mutlak bagi setiap kegiatan administrasi. Tanpa perencanaan, pelaksanaan suatu kegiatan akan mengalami kesulitan bahkan kegagalan dalam mencapai tujuan yang diinginkan.
Menurut Hadari Nawawi dalam bukunya Administrasi Pendidikan bahwa perencanaan pada dasarnya berarti persiapan menyusun suatu keputusan berupa langkah-langkah penyelesaian suatu masalah atau pelaksanaan suatu pekerjaan yang terarah pada pencapaian tujuan tertentu. Sedangkan menurut Sondang P. Siagian bahwa planning atau perencanaan dapat didefinisikan sebagai keseluruhan proses pemikiran dan penentuan secara matang daripada hal-hal yang akan dikerjakan dimana yang akan datang dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditentukan Dalam perencanaan terdapat langkah-langkah yang harus ditempuh agar dalam merealisasikan kegiatan dapat berjalan sesuai dengan yang diharapakan.
Langkah-langkah tersebut meliputi:
1) Menentukan dan merumuskan tujuan yang hendak dicapai
2) Meneliti masalah atau pekerjaan yang akan dilakukan
3) Mengumpulkan data dan informasi yang diperlukan
4) Menentukan tahap atau rangkaian kegiatan
5) Merumuskan bagaimana masalah-masalah itu akan dipecahkan dan bagaimana pekerjaan-pekerjaan itu akan diselesaikan
Jadi merencanakan berarti pula memikirkan tentang penghematan tenaga, penghematan biaya dan waktu, juga mengatasi kesalahankesalahan yang mungkin terjadi dan menghindari adanya tugas-tugas atau pekerjaan yang rangkap yang dapat menghambat jalannya penyelesaian.
b. pengorganisasian (organizing)
Pengorganisasian merupakan aktivitas menyusun dan membentuk hubungan-hubungan kerja antara orang-orang sehingga terwujud suatu kesatuan usaha dalam mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan. Di dalam pengorganisasian terdapat adanya pembagian tugas-tugas, wewenang dan tanggung jawab secara terperinci menurut bidang-bidang dan bagian-bagian, sehingga terciptalah adanya hubungan-hubungan kerjasama yang harmonis dan lancar menuju pencapaian tujuan yang telah
ditetapkan. Siagian mengartikan pengorganisasian sebagai keseluruhan proses pengelompokan orang-orang, alat-alat, tugas-tugas, tanggung jawab dan wewenang sedemikian rupa sehingga tercipta suatu organisasi yang dapat digerakkan sebagai suatu kesatuan dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditentukan
Proses pengorganisasian mempunyai beberapa manfaat, antara lain yaitu:
1) Dengan adanya pengorganisasian maka setiap unit akan selalu merasa dalam wadah yang sama, yakni organisasi
2) Antara unit yang satu dengan unit yang lain dapat diketahui dengan jelas batas-batas wewenang dan tanggung jawabnya
3) Dengan adanya struktur organisasi dapat diketahui jalur hubungan kerja, baik yang sifatnya vertical maupun horizontal
Yang perlu diperhatikan dalam pengorganisasian ialah bahwa pembagian tugas, wewenang dan tanggung jawab hendaknya disesuiakan dengan pengalaman, bakat, minat, pengetahuan dan kepribadian masing-masing.
orang yang diperlukan dalam menjalankan tugas-tugas tersebut.Dengan demikian pentmgnya suatu organisasi sebagai alat
c. Bimbingan alau Pengarahan (direction)
Apabila suatu organisasi sudah terbentuk dan berfungsi, setiap personal sudah melakukan kegiatan-kegiatan sesuai dengan wewenang dan tangung jawab masing-masing, maka diperlukan tindakan pemberian bimbingan dan pengarahan sebagai salah satu kegiatan administratif. Bimbingan dan pengarahan harus dilakukan secara continue agar seluruh kegiatan selalu terarah pada pencapaian tujuan yang telah dirumuskan. Bimbingan (direction) berarti memelihara, menjaga dan memajukan organisasi melalui setiap personel, baik secara structural maupun fungsional agar setiap kegiatannya tidak terlepas dari usaha mencapai tujuan.
Yang dimaksud dengan pengarahan adalah suatu usaha untuk memberikan penjelasan, petunjuk serta pertimbangan dan bimbingan terhadap para petugas yang terlibat, baik secara struktural maupun
fungsional agar pelaksanaan tugas dapat berjalan dengan lancar.Menurut Siswanto, pengarahan berarti menentukan bagi bawahan tentang apa yang harus mereka kerjakan atau tidak harus mereka kerjakan. Untuk itu pengarahan yang dilakukan oleh pimpinan kepada para personal sebelum mereka melaksanakan tugasnya, akan sangat berguna bagi kelancaran penyelesaian tugas. Pengarahan pengarahan tersebut dapat berupa:
1) Penjelasan tentang apa, mengapa dan bagaimana tugas
2) Urutan prioritas penyelesaian
3) Prosedur kerja
4) Sarana dan sumber yang dapat dirnanfaatkan
5) Pihak-pihak yang berkait dengan urusannya, baik langsung maupun tidak langsung
6) Bagaimana melakukan penilaian terhadap penyelesaian tugas tersebut
Dalam realitasnya kegiatan bimbingan dapat berbentuk sebagai berikut:
1) Memberikan dan menjelaskan perintah
2) Memberikan petunjuk melaksanakan suatu kegiatan
3) Memberikan kesempatan meningkatkan pengetahuan, ketrampilan atau kecakapan dan keahlian agar lebih efektif dalam melaksanakan berbagai kegiatan organisasi
4) Memberikan kesempatan ikut serta penyumbangkan tenaga dan pikiran untuk memajukan organisasi berdasarkan inisiatif dan kreatifitas masing-masing
5) Memberikan koreksi agar setiap personel melakukan tugas-tugasnya secara efisien.
Dengan demikian pemberian bimbingan dan pengarahan pada dasarnya berorientasi untuk menumbuhkan dan membangkitkan semangat kerja serta mengembangkan dan meluruskan kegiatan-kegiatan yang dilakukan, disamping menjaga ketentuan-ketentuan (norma) organisasi.
d. Koordinasi (coordination)
Seperti kita ketahui bahwa segala bentuk kegiatan bersama untuk mencapai tujuan bersama akan bias berjalan secara teratur dan tertib serta efektif manakala koordinasi sering dilakukan. Menurut Sutisna, koordinasi ialah proses mempersatukan sumbangan-sumbangan dan orang-orang, bahan dan sumber-sumber lain ke arah tercapainya maksud-maksud yang telah ditetapkan. Sedangkan menurut Purwanto, koordinasi adalah aktivitas membawa orang-orang,material, pikiran-pikiran, teknik-teknik dan tujuan tujuan ke dalam hubungan yang harmonis dan produktif dalam mencapai suatu tujuan. Untuk itu dengan mengadakan koordinasi berarti telah mengatur dan membawa individu, metode, bahan, buah pikiran, saran, cita-cita serta alat-alat kearah hubungan kerja yang harmonis, komplementer dan interdependensis sehingga segala macam kegiatan ataupun pekerjaanpekerjaan dapat berjalan secara lebih efektif dan efisien, berkonsentrasi pada tujuan bersama demi kepentingan bersama. Koordinasi yang
diiaksanakan secara teratur dan dijalankan secara efektif akan
menimbulkan kerjasama yang teratur dan efektif sehingga memudahkan
pencapaian tujuan.
Adapun manfaat dari pengkoordinasian adalah:
1) Dengan pengkoordinasian dapat diperoleh kekuatan yang integral dan menyatu sehingga diperoleh hasil gerak organisasi yang kompak, harmonis dan saling menunjang.
2) Dengan pengkoordinasian diharapkan tidak terjadi arus yang simpangsiur antara bidang-bidang yang ada, baik dalam pengambilan keputusan, penginformasian, serta tindakan, ditinjau dari segi arah, dan bentuk.